Cari Blog Ini

Minggu, 13 Januari 2019

Tentang Cerpend



Hallo Sobat Cerpend..
Salam Kenal dan Selamat Datang di Blog ini..

"Kamu adalah hatimu,bukan siluet tubuhnya, apalagi kata mutiara"


Cerita Pendek Dilema (Cerpend) akan membawa pembaca pada pemahaman bahwa dalam dunia ini tak selalu tentang hitam dan putih, benar dan salah, suka dan benci, baik dan buruk, atau suci dan cela. Tak selalu hujan dicintai oleh semua orang. Bagi petani memang hujan adalah berkah, tetapi bagi pekerja kantoran, hujan adalah alasan malas bekerja. Seorang mahasiswa tingkat awal akan merasa senang mendapat tugas kerja kelompok, beban tidak ditanggung sendirian. Mahasiswa tingkat akhir, sudah bosan dengan berbagai tugas yang diberikan dosen. Penulis tidak tahu, apakah penjual bakso akan bergembira melihat dagangannya masih tersisa, sedangkan kita selalu tergiur dengan cerita nikmat para pelanggan yang menghabiskan semangkok bakso tersebut.
Kita bisa melihat masalah, mengamati kejadian, bahkan berkomentar terhadap suatu peristiwa. Sayangnya, kita melewatkan ruang kosong tentang merasakan dan berperan. Ada kondisi psikologis yang sulit diterobos oleh siapa pun yang tidak menjadi tokoh utama. Apalagi tentang cinta, kamu adalah hatimu, bukan siluet tubuhnya, apalagi kata mutia
Apakah sesederhana itu? Tidak.
Realita telah berbicara bahwa hati tidak terlepas dari elemen budaya dan agama. Dua faktor itu hal yang sering menjadikan perdebatan tanpa batas apakah memakai hati sebagai ruang kosong kebebasan atau hati sebagai keimanan yang terikat hukum positif dalam kitab suci. Apakah kalian ada pilihan?
Sangat ada…
Inilah yang ingin penulis sajikan dalam blog Cerpend.com..
Pembaca boleh setuju atau tidak terhadap cinta beda suku, agama, ras, dan antar golongan.
Pembaca dapat membatasi atau membebaskan cinta hanya untuk laki-laki dan perempuan atau jenis kelamin bukan ukuran saling mengasihi.
Pembaca bebas mengartikan cinta sebagai hubungan intim dua orang atau hubungan intim kelompok sosial
Terakhir, kalimat klise tentang cinta tak harus memiliki tampaknya perlu untuk disambut baik, kenapa?
Karena cinta memang kata sifat bukan kata kerja yang butuh susunan Subjek, Prediket, dan Objek. Kata Cinta sudah cukup menjelaskan banyak makna tanpa harus mengalami penyusunan kalimat. Ia berdiri sendiri kan?
Setelah membaca dari awal hingga akhir, apakah pembaca mengalami dilema, kepala pusing, sakit perut, atau malah kangen mantan? Eh…
Dilema kalian semoga terobati dengan cerita-cerita pendek yang akan penulis terbitkan…
Ditunggu kabar baiknya ya…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar